Senin, 05 Februari 2018


sumber gambar : Hipwee

"Buku adalah jendela dunia , dimana kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukan perjalanan, hanya cukup membaca sebuah halaman. "
Mengapa buku menjadi jendela dunia? Karena lewat buku kita jadi tahu segala hal yang sebelumnya sahabat Mutia nggak tahu.
Ada yang bilang sekarang kan sudah era digital, sudah ada internet, ngapain harus baca buku lagi? Ya benar, tapi tau nggak hadirnya buku tetap nggak bisa tergantikan. Nah, gimana cara meningkatkan minat dan daya  ketika ingin membaca sebuah buku?


1. Tentukan Tujuan Kamu Membaca


Ada yang tujuan membaca buku karena kebutuhan primer. Jika dilanggar  maka dia akan sakit wawasan, cacat ilmu pengetahuan bahkan buta informasi .
Sehari tak baca buku rasanya dia gelisah seperti anak ayam yang ditinggal sebentar oleh induknya. Bagi orang seperti ini membaca bukan sebatas hobi lagi, tapi kebutuhan. Sekali lagi KEBUTUHAN.

Sementara dibelahan ruang yang lain ada yang memiliki tujuan berbeda lagi, dia membaca ingin mendapatkan ridho dari tuhannya karena dia paham urgensi membaca dalam agamanya sangat diprioritaskan, khususnya dunia akheratnya.

Posisi orang seperti ini saya ibaratkan seperti orang yang membawa minyak wangi. Tiap kali orang-orang mendekat padanya, akan mengambil manfaatnya, yakni bisa mencium bau harumnya ilmu pengetahuan. Karena siapapun yang membaca buku, dia akan punya mata di berbagai tempat yang unik.



2. Menyusun Perencanaan Dalam Membaca

Cara yang terpenting yang dapat membantu agar senang membaca ialah menyusun perencanaan dalam membaca. Kata orang tak ada gunanya membaca asal-asalan, apalagi jika tak membekas sama sekali.

Menyusun perencanaan tentunya harus bersikap realistis dan disesuaikan dengan kemampuan, yakni berupa waktu yang tepat,buku yang sesuai, dan kita juga harus tahu mengapa harus membaca buku ini.

Misalnya, saya akan membaca buku 10 buku ini dalam waktu sekitar 6 bulan. Atau, akan membaca 20 buku yang lain sekitar 1-2 tahun.


3. Totalitas Dalam Membaca

Sekali lagi saya teriakan bahwa membaca itu bukan hobi, tapi KEBUTUHAN. Mengapa? Karena pekerjaan ini sangat terpuji yang membutuhkan pemikiran, waktu, harta, kesungguhan,pengorbanan.

Setiap kali membaca sesuatu , tulislah makna-makna ilmiah yang dapat kamu peroleh dari bacaaan kamu. Kamu bisa juga mengumpulkan makna-makna tersebut dan memberikan kepada kekasih anda, sahabat anda.
Pun jika ada ilmu yang maksudnya belum kalian pahami , maka tulislah dan tanyakan kepada ahlinya. 

4. Buatlah Perpustakaan di Rumah

Ketika saya dan suami membicarakan proyek-proyek besar , maka memiliki perpustakaan di rumah selalu kita rencanakan. Seperti  membuat design  rumah yang memiliki dekapan jendela ilmu pengetahuan.
agar kita bisa menjenguk dunia lewat susunan buku.

Apalagi seseorang yang berprofesi sebagai Penulis, tentunya ini sangat membantu ketika mencari referensi tulisan yang berkaitan dengannya.  Kata Sherry K.Plummer “Dengan membaca buku, engkau bisa menjelajahi dunia tanpa harus meninggalkan kursimu.”



Well, biar lebih termotivasi, kita sebenarnya sangat perlu menghidupkan rutinitas membaca setiap hari di lingkungan kita.

Kegagapan ilmu tak bisa ditebus kecuali dengan penyesalan. Banyak baca berarti banyak rangkaian kata yang bisa menjadi cerita, menjadi simpul-simpul yang mengaitkan antara satu dimensi dengan dimensi lain.

Makanya tak jarang kita lihat, setiap orang yang sering kita sebut hebat, besar, seorang pemimpin dan semacamnya, biasanya memiliki budaya baca dalam hidupnya. Mereka hebat bukan karena dari lahirnya sudah hebat. Mereka menjadi lebih, karena merangkum cerita dunia masa lalu, sekarang dan meramunya menjadi kisahnya sendiri untuk dinikmati oleh manusia masa depan.

sumber gambar : hipwe


34 komentar

Salah satu cita-citaku bisa punya perpustakaan di rumah nih, jadi pengen segera terwujud..he

REPLY

Belum punya ruang untuk perpustakaan pribadi karena rumah sempit. Disimpan di lemari. Moga suatu saat kelak punya ruang kerja yang terpisah dari ruang lain namun memakai dinding kaca agar bisa tetap mengawasi aktivitas penghuni rumah (anak dan suami) sambil kerja.
Yah, jadi penulis memang penting banget punya banyak sumber referensi. Aga
r ide lebih ngalir dan tulisan lebih bernas karena ada bahan rujukan.
Salam kenal. Mbak Mutiah.
Tujuan, perencanaan, dan totalisasi dalam membaca itu emang penting banget bagi kita. Lebih bagus lagi jika baca buku yang emang bebar-benar bagus. :)

REPLY

Mantap, saya pun hobi membaca. Membaca itu hobi yang benar-benar bermanfaat, entah buku apapun itu. Menumbuhkan minat membaca adalah awal yang baik, jangan cuma dipandang sebelah mata karena membaca memang aktivitas yang berintelektualitas.

REPLY

Setuju banget, membaca itu butuh perencanaan. Dulu saya menganggap membaca itu hanya untuk mengisi waktu luang, nyatanya enggak. Membaca itu hal yang serius tapi juga menyenangkan. Membaca itu juga soal berpikir, harus menyiapkan diri dulu untuk menerima ilmu/pengetahuan sebelum kita membaca. Hehe

REPLY

Enggak tau kenapa, akhir-akhir ini mood membaca sedang naik-turun, nggak seperti biasanya. Soalnya sekarang, belum tau buku-buku yang menjadi favorit di 2018. Padahal sudah susun perencanaan membaca matang-matang, tiba saatnya malah jadi malas gitu, nggak mood.

Apa saya harus, baca buku bergenre yang asing, ya?.

REPLY

Nomor 4 keknya bakal susah banget deh, kalo minat itu belum ada, atau lagi dalam rangka mengada-adakan. Soalnya butuh modal pastinya. Aku aja yang punya cita-cita serupa lama banget wujudkannyah bcz limited money that i have, bahkan setelah ditambah donasi-donasi dalam keterpaksaan yang aku buat dengan sengaja mueahahaha XD

Kalo dari aku, kalo boleh saran, hm, mungkin,bisa juga dimulai dari bacaan-bacaan yang kita suka, dengan topik yang kita banget. Karena udah ada unsur minat di situ, jadi ada dorongan lebih untuk maksakeun diri ngegali informasi atasnya :D cmiiw sih, heheh. Punten nyaa (/.\)

REPLY

Aku kira udah dibales nih..hehe
Tapi baiknya dari urutan di blog ini cukup bagus. Intinya untuk mencapai bisa membuat perpustakaan di rumah. Harus bisa menumbuhkan minat baca dulu.. Semoga membaca jadi kebiasaan, bahkan energy kehausan kapan pun..

REPLY

Mungkin yang gue harus lakukan itu perencanaan kali ya. Boleh dicoba nih!
Untuk perpustakaan sih ada dikepala ini, semoga next time bakalan terwujud.

Thanks tulisannya kak! :)

REPLY

membaca itu jendela ilmu... untuk rencana membaca aku agak susah euy..mengingat anak kuliahan banyak bacaannya tapi seputar materi kuliah doang,trus klo ada waktu senggang lebih sering diake buat charge badan a.k.a tidur (tidur sangat berharga bagi saya :"), baca post mba saya jadi inget punya utang beberapa buku yang saya belum baca. btw di rumah saya ada perpustakaan mini hehe

REPLY

Kalau menurutku yang penting itu menumbuhkan minat. baru menumbuhkan minat membaca. buku itu media. kalau orang udah minat sama sesuatu maka orang itu akan mencari buku untuk memberi makan minatnya. gitu. misalnya orang minat dengan dunia astronomi, maka dia akan mencari buku tentang astromi

REPLY

Sampai hari ini, aku sendiri masih belum bisa seneng baca buku berlama-lama. Soalnya lebih seneng baca buku itu, yang sifatnya isi bukunya emang sesuai sama cerita hidupku.

Kalo nggak, ya gak tau kenapa. Males banget rasanya mau baca.

Bahkan, udah melakukan berbagai cara menyelesaikan bacaan buku.

REPLY

PR banget buat numbuhin minat baca, makasih Kak Mutiah udah dingetin pentingnya membaca.
Salam kenal.

REPLY

Salam kenal juga yaa yaa Dewanti...
Terimakasih udah mampir :-)

REPLY

Semangaaat mas Pengeran wortell...
Anyway thank u udah mampir..

REPLY

Hehehe
Thanks yaa...
Semangat membacaa

REPLY

Thank u mbak..
Salam kenal yaa

REPLY

Extactly...
Thanku yaa jef...

REPLY

Mantap kak erik.. makasih udah sharing and mampir :-)

REPLY

Kami setiap bulan selalu memberi anak2 uang untuk membeli buku yang mereka inginkan, hanya agak sedikit kendala dengan anak2 yg putra kurang rajin membaca, beli tapi lama baru di selesaikan bacanya😁, butuh kesabaran untuk selalu menumbuhkan minat baca putra saya.😊

REPLY

Wah iya sepakat koleksi buku aku dan bapakku banyak banget. Pas pindahan rumah bingung deh. Masih ngontrak dN belum ad tempat. Skr bukunya masih dikarfusin. Suami dosen tapi gak suka baca. Semoga buku2 ku kelak bermanfaat. Amiin.

REPLY

Duh, belakangan ini buku saya nagih buat dibaca. Hehe ... sekarang buat baca satu buku sampai tamat ada aja iklannya. πŸ˜…

REPLY

kalo dulu bisa sampe lupa makan lupa tidur waktu membaca. sekarang sih lebih sering datang gangguan dari so bocah hihi

REPLY

Mantap mb, cita-cita saya pgin punya TBM. Meski skrg mata uda ga bisa diajak kompromi kalo membaca.

REPLY

Amunisi seorang penulis apalagi kalo bukan banyak membaca 😊

REPLY

Membaca itu kewajiban, baca bukan hanya sekedar hobi. Kalo tdk baca maka anda siap miskin. (Baca seluruhnya yaa)
Buku, sampah, alam, gerak sesuatu, pribadi diri dan orang lain, dll.
"Bumi adalah buku yang tebentang"..

REPLY

Saya suka baca buku yang ringan-ringannn, kalo bahasanya berattttt suka pusing bacanya 🀣

REPLY

Macam anak saya, sehari gak baca komik kayak orang bingung πŸ˜„
Klo saya kadang karena mata cepat lelah jadi agak ngurangin baca, gak selalu tiap hari.

REPLY

Jadi ingat GERNAS BAKU...yang dimulai 5 Mei lalu.

"Ayah Bunda bacakan aku buku, baca buku membuat aku tahu...
Ayah..Bunda..Bacakan aku buku
Baca buku..Membuat aku pintar.

Ayah bunda bacakan aku buku. Baca buku aku jadi berilmu.
Ayo ayah,bunda ikuti Gernas Baku,
Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku.


REPLY

Ternyata membaca mengasyikan ya, tentunya sesuai minat. Bisa ber jam-jam😍

REPLY

Yang bikin perpus itu seruu bangett

REPLY

Menurut saya kok pembiasaan ya. Kalau mau pingin rajin baca buku ya baca aja. Punya ini itu nanti kalau sudah mulai terbiasa. Menurut saya siih

REPLY

Kalimat terakhir nya manis banget mba sukaa. Dirumah orang tua baru ada rak minimalis besar untuk simpan buku, ingin rasanyabada ruang sendiri untuk perpustakaan mini

REPLY

Baca artikel ini serasa lagi ikut kuliah literasi, dikasih wejangan sama dosen. Hehehe, betul sekali mbak, diera digital ini, buku juga digitalisasi, ebook. Saya yakin mbak, masih banyak orang yang membaca buku teks karena walaupun kita sedang dalam revolusi industri 4.0 tapi buku teks masih diproduksi dan kadang itu adalah salah satu syarat dalam kenaikan pangkat atau jabatan seseorang. Mari mbak kita budayakan literasi, dimulai dari hal yang kecil seperti memberi ulasan pada artikel orang atau membaca artikel dalam blogwalking...hehe, makasih mbak artikelnya, kata-katanya keren...

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates