Senin, 19 November 2018





Dalam cinta sejati, kita takkan pernah saling memiliki, hanya saling dititipi, lalu kelak akan ditanya, Adakah mesra membaikkan dunia? Adakah mesra mendekatkan surga?
(Salim A.Fillah)

November yang syahdu.  Sekelumit  cerita pada lapis – lapis keberkahan.  Tentang  percik-percik   kisah  yang menuai  hikmah dan titik-titik  syukur yang  mengalir indah.  

Untukmu lelaki humoris yang selalu buatku tertawa manis

Ke sinilah sejenak. Akan ku  tuliskan sesuatu , biar bisa dibaca oleh anak cucu mu  bahwa  berpelangi dalam rumah tangga itu ibarat puzzle yang indah, jika kita melibatkan  Allah dalam merangkainya.

Tentu kau masih ingat betapa canggungnya tingkah kita saat disatukan dalam janji suci di atas mitsaqon gholidzo.  Nada cinta merambat pelan, hingga malam merangkak ranum, aku dan kau belum saja terpejam. Kau kecup keningku dengn basah, doa romantis yang kau rapal spontan membuatku kikuk, sehingga mengundang derasnya hujan di bulan itu. Empat belas November, dua ribu tujuh belas.


Untukmu lelaki romantis yang selalu buatku tersenyum geli

Duduklah sebentar.  Akan ku wartakan sesuatu, biar kelak anak-anak kita tahu ternyata tak selamanya jalan cinta para pejuang itu mulus, namun  banyak onak dan duri yang akan mereka hadapi untuk bertemu indahnya musim semi. Fitnah dan prasangka adalah salah satunya. Sampaikan hadis ini kepada mereka. Dan semoga kelak mereka akan mengetahui bahwa tak elok  melukai sesama saudara bak Qobil dan habil yang memperebutkan Iqlimiya  karena rasa iri. 

“Jauhilah prasangka, karena prasangka  adalah sedusta-dusta perkataan. Jangan saling mencari aib dan jangan saling membenci, serta jadilah hamba Allah yang bersaudara. “ (Hadis Bukhari-Muslim)

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Kau dilabeli lelaki yang tak pantas untukku, kala itu. 

“Ngapain kau menerima anak jurusan tekhnik  yang senang pakai celana jeans?” ( Aku masih bingung dengan alasan mereka yang seolah menjadikan aib bagi pengguna celana jeans)

“Kau itu Penghafal Alqur'an, sedangkan dia, Kajian aja udah jarang?” begitu kata teman-teman mu. ( Padahal mereka tak tahu kau sedang menuai surga di telapak kaki ibu mu)

“ Kenapa kau tak cari yang PNS yang punya rezeki tetap?” ( hehe aku masih bergumam hingga saat ini, bukankah peluang untuk mendapatkan rezeki lebih, adalah orang yang memiliki potensi bekerja di luar pada itu? 
dan bukankah firman Allah dalam Surah Al-Jumuah ayat 11 sudah sangat jelas?)


“…Dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki"

 "Dia seorang perokok, aku pernah melihatnya" Begitu kata temanku saat itu. 

( Entah dari mana juga status perokok dia labelkan untukmu, hingga saat ini aku tak  pernah melihat bolon- balon  asap bermain di bibirmu? )

“Ma.., anak mama dulu pernah merokok ya?” aku pernah menyelidiki lewat ibumu, di pekan pertama pernikahan kita.

“Nggk pernah, nak. Dia tak suka dengan benda kecil itu”. Kata mama meyakinkanku.
 -----

Benang-benang hikmah mulai terbaca. Banyak pesan tersirat yang ku ambil setelah pernikahan. Mungkin benar kata Papa kala itu "Ketika ada hambanya yang berniat menyegerakan separoh Agamanya, maka syetan A’war akan gelisah, dia akan mencari cara bagaimana Pernikahan itu akan batal lewat tiupan was’-was, yang ia semburatkan pada mulut empedu  tak bertanggung  jawab." 

“Iblis menjawab, “Karena engkau telah menghukumku sesat,aku benar-benar akan menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan kirimereka. Dan engkau tidak akanmendapati kebanyakan mereka bersyukur  (taat)
( Q.s Al-a’raf : 16-17)

-----
Untukmu lelaki pemaaf yang lembut hatinya..

Kau pasti masih ingat juga kan?  saat kau difitnah dengan sesuatu yang kotor? Kau tahu? Aku menceritakan seluruh perbuatan mereka ke Papa. 
Aku menghambur pada pelukan papa, menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil yang ditinggalkan ibunya. Tentang niat mereka merusak detik-detik pernikahan kita. Papa menguatkan dan memelukku dengan erat. Baru kali itu aku melihat papa gemetar berdoa. Keyakinan papa malah bertambah   mantap bahwa kaulah yang terbaik untukku. 

 Yang masih membekas dalam ingatanku, papa menceritakan tentang kisah aisyah yang dulunya difitnah oleh orang munafik seperti Abdullah bin Ubay bin Salul memfitnah bahwa Siti Aisyah telah berselingkuh dengan Shafwan.  


Orang sekelas dan seistimewa Aisyah saja pernah difitnah, apalagi hanya kamu nak. 

Sabar dan sholatlah. Ada banyak  ijabah pada doa-doa orang yang terdzolimi.

Hampir saja bisikan negatif  yang dibisikkan oleh orang-orang yang iri pada saat itu menghentikan langkah.  Bimbang dan ragu  nyaris menguasai hati, syetan pun bermain dengan tiupan meremehkan. Apalagi saat itu aku belum terlalu mengenalmu. 
Hingga akhirnya semua tuduhan  tentangmu dipatahkan oleh semua orang  bahwa itu adalah bohong. 

Ah!  aku tak ingin membuka bab ini. Rasanya waktu itu, aku sangat berdosa dan tak ingin mengulangi kesalahan itu lagi, aku meragukanmu hanya karena penilaian luar dari beberapa orang  dan ternyata semuanya  fitnah belaka. Hatiku menggugat, meliuk, dan menyusupi hati.  

Untukmu lelaki  rendah hati  yang selalu memotivasiku untuk selalu  menulis

 Sempat terlintas keraguan sebelum menikah, kau akan menghambat seluruh possion dan hobiku hinga sulit tersalurkan lagi.  Eh tak taunya justru kau yang memfasilitasi semuanya agar aku bisa berbagi cerita di jendela inspirasi. Kau adalah coach terspesial yang akan selalu ku abadikan.

Setahun bersamamu, banyak lirik-lirik khilaf yang berbaris,  bait-bait  puisi  yang  termaknai, serta sajak-sajak romantis yang dipayungi, semuanya terikat  manis dalam lapis-lapis keberkahan.

Untukmu lelaki lembut yang senang menasehatiku 

Kau ajarkan aku untuk menata hati dengan meluruskan niat dari awal.

Niat ketika ijab kabul, niat ketika menerima ucapan selamat, niat ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, niat ketika memegang ubun-ubunku dan memohon doa, niat ketika menerima susu dari tepi gelas yang sama, niat ketika berbincag dan berkomitmen bersama, niat mengajakku bercanda, niat bersama dalam mahigai rumah tangga, niat ketika ingin memiliki anak.
Betapa banyak sekali niat yang mesti kita jaga kemurniannya.

Terimakasih  Allah…
Di sisa hidupku, kau sandingkan aku dengan seseorang yang selalu mendidikku dengan lembut, tanpa menggurui apalagi menghakimi.


Sesungguhnya Engkau tahu

bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya

kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami

dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela



Nay loves Albiy


14 november 2017 – 14 november 2018 ( Muti' dan febry)

#Anniversary 
#tulisan ini diabadikan sebagai refleksi diri 
#

37 komentar

Awww... selamat anniversary ya mba, semoga berjodoh selalu hingga ke surgaNya, aamiin ya Allah :)

REPLY

Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa Rohmah. Langgeng sampai maut memisahkan ya, mbak...

REPLY

Ihiiirrrrr.. masyaallah, selamat yaaa hepi eniperseriiiiiiiii..
Barakallahulakuma.

REPLY

happy anniversary mbaak.. barakallahu laka baraka 'alaika wa jama'a baina kuma fii khoir

REPLY

Aamiin aamiin makasih mbak sayang

REPLY

Allahuma aamiin
Makasih ya mbak ajeng

REPLY

Hhi makasih mbakku..
Aamiin aamiin

REPLY

Aamiin ya Allah.. makasih bundaa

REPLY

Salam knal, smoga samawa ya, mbak.kereen

REPLY

Selamat anniversary, Mbak. Semoga rukun dan langgeng selamanya. Saya terharu sama nasehat dari ayahnya Mbak. Benar-benar tulus dari seorang ayah yang kepingin anakbya mendapat lelaki terbaik....

REPLY

Masya Allah, tulisannya bikin baper sekaligus terharu. Btw Happy Anniversary, semoga selalu bahagia n rukun hingga menua bersama. Aamiin

REPLY

Happy anniversary, Mbak. Semoga sakinah, mawaddah, warohmah. Bahagia minaddunya ilal akhiroh. :)

REPLY

Masyaallah Barakallahu fiikuma. Semoga senantiasa samawa ya. Saya baca sambil merinding dan mata berkaca-kaca 😍

REPLY

Allahuma aamiin.. makasih ya mbak farida sayang..

REPLY

Allahuma aamiin aamiin
Makasih yaa Ummi

REPLY

Aamiin aamiin. Makasih mbak dewyku....

REPLY

Makasih mbak..
Aamiin aamiin

REPLY

Salam kenal juga ya..
Aamiin aamiin
Makasih yaa

REPLY

Barakallah muthy.
Semoga jadi keluarga until jannah, sehidup sesurga, sakinnah mawaddah dan rahmah.
Dan cepat diberi momongan yah.

Suka dengan lirik kisahnya.

Belum bisa bikin begitu aku ewy😒
Masih monoton dan kaku

REPLY

Masyaa Allah indah sekali
Barokalloh happy anniversary mb
Samawa until jannah
Aamiin πŸ˜‡

REPLY

Happy Anniversary ya Mbak Muti

REPLY

Barokallah mbak Muti, semoga sellau menjadi keluarga samara dan diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah. Saling menjaga amanah sebagai pasangan dan sukses mengarungi kehidupan...

REPLY

Masya Allah, semoga SAMAWA dan terus bersama hingga ke jannah-Nya kelak. Aamiin.

REPLY

Semoga makin solid y mb dalam menghadapi apa pun aamiin

REPLY

Selamat annyversary ya mbaaaaa
Samawa alwayssss

REPLY

Sweet nya. Selamat setahunan ya mba, semoga bahagia dan samawa selalu

REPLY

Aamiin aamiin
Makasih uchy sayaaang 😘😘😘

REPLY

Aamiin
Makasih mbakku...πŸ˜‡πŸ’“

REPLY

Huaa mbak betiii... Thank u mbak e...

REPLY

Allahuma aamiin aamiin
Makasih bundaku..
πŸ˜‡πŸ’“πŸ˜˜

REPLY

Aamiin aamiin
Makasih mbak sayang

REPLY

Thnak u mbak inaaa😘😘😘

REPLY

Masya Allah...semoga sakinah ya mbak..

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates