Senin, 26 November 2018

Saya mendapat pesan whatsap dari guru saya di Makassar, ustadzah Nur Jannah Hiola.

“Ty, ke Makassar yuk. Di Makassar ada Pelatihan tahfidz metode Tabarak oleh  Dr Kamil”.

Brosur kegiatan  dan rangkaian agenda  pelatihan dikirim . Tertulis administrasinya 2.500.000. Duh lumayan mahal bagi kantong saya;  kantong seorang istri yang masih merangkak nabung untuk masa depan (caelaah), belum lagi tiket pesawat pulang-pergi, tempat tinggal ,dll.

Saya berfikir keras bagaimana ya agar saya bisa ikut pelatihannya, soalnya itu kegiatan yang saya senangi. Apalagi  untuk me-refresh kembali pencahayaan yang nyaris redup setelah sekian lama keluar dari Pondok pesantren.

Terbayang  pesan Pak kiai Mukhtarom semasa di Pondok, jika pengen sesuatu disholawatin aja. Saya sangat meyakininya sebagai cara untuk membujuk Allah agar hajat saya dikabulkan, yakni dengan sholawat sebanyak-banyaknya. Allohumma Sholli wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammad

Sebelum minta izin ke suami, saya konsultasi dulu ke Allah biar rezekinya dimudahkan untuk ke Makassar. Alhamdulillah rezekinya berbuah keridhoan Pak suami. Administrasi dan tiket pesawat beliau yang tanggung. Uang saku , hotel dan lain-lain saya ambil dari tabungan saya ; hasil komisi dan jualan  Buku bacaan  dan Produk-produk  Mainan Edukasi  dari PT Alqolam.

Oh ya, jika teman-teman yang pengen cari info mainan edukasi anak dan buku-buku bacaan berkualitas bisa hubungi saya di sini  [ Jiaah malah promosi ckckck  ]

***
Alhamdulillah tiba  dengan selamat di kota Makassar.
hari pertama mengikuti pelatihan

 Ini adalah  The first moment menginjakkan kaki di Kota Daeng. 

Pada bab  ini saya ingin berbagi oleh-oleh, yang saya dapatkan dari Pelatihan Metode Tahfidz Balita level 1 dengan menggunakan metode Tabarak. Kebetulan ada beberapa teman yang whatsapp saya, meminta untuk mengabadikan ilmu yang saya dapat lewat blog pribadi.
Dr Kamil sedang presentasi



Saya baru sempat merangkum materinya. Tapi, mohon maaf hanya sebagian yang bisa saya share di sini, karena ada beberapa kurikulum yang sudah diamanahkan untuk tidak disebarluaskan kecuali yang telah mengikuti Pelatihan level 1 dan yang akan melanjutkan ke level selanjutnya. Saya telah menandatangani kesepakatan itu.

Seluruh peserta dari berbagai Daerah

Baiklah, Teman-teman pasti bertanya kenapa dinamakan metode  Tabarak?

Ternyata Tabarak itu adalah nama seorang hafizh cilik yang mengguncang dunia karena telah berhasil menghafal Alqur’an 30 juz diusia 4,5 tahun. (Saya diusia seperti itu sedang sibuk apa ya?) 
Maasyaa Allah ya, kita bisa membayangkan betapa bahagianya kedua orangtuanya.


Seluruh peserta sedang fokus 

Dr Kamil itu siapa? Beliau adalah pemateri yang telah melatih kami beberapa hari di Gedung BP Paud Dikmas, Kota Makassar. Dan ternyata beliau adalah ayah dari Tabarak, Yazid dan Zeenah. Orang tua dari 3 hafizh cilik itu. Mereka adalah Kakak beradik yang sama-sama berhasil menghafal Al-qur’an pada usia 4,5 tahun dan dinobatkan sebagai hafizh termuda sedunia. Sesuatu yang istimewa bukan?


Dr.Kamil sedang memberikan pelatihan
Penyerahan sertifikat dan lisensi, oleh Dr Kamil dan Penerjemah


Ketiga anak ini bukan dari Arab Saudi, negeri tempat Al-qur’an diturunkan, melainkan dari Tanta. Sebuah kota kecil di Mesir. Ayah mereka, dr Kamil el-Laboody bekerja sebagai Apoteker dan seorang Dosen di Fakultas Farmasi dan peningkatan SDM. Menjadi Pelatih dari berbagai pusat pelatihan di luar Mesir, dan saat ini berkosentransi dalam pengajaran Al-qur’an dan ulum Qur’an.

Sebagian besar  hafalan Tabarak diselesaikan di rumah. Selebihnya ia selesaikan ketika bergabung di halaqoh tahfiz. Awalnya halaqahnya menolak karena mengingat usia Tabarak yang masih belia.

Dr. Kamil menceritakan bahwa hafalan Tabarak diawali dengan surat-surat pendek.

Kala itu, Tabarak sangat menyukai zaitun. Lalu ayahnya mengajak ke kulkas seraya berkata, “Hai Tabarak, bacalah surat at-Tiin bersamaku. Lalu ia mengikuti bacaan ayahnya ayat demi ayat. Setiap kali selesai membaca surat at-Tiin, ayah tabarak memberinya sebutir buah zaitun. Hingga akhirnya Tabarak mendapat 10  buah zaitun setelah selesai membaca surat at-Tiin 10 kali. Pada waktu itu beliau menyimpulkan dengan cara seperti ini ia dapat menguasai 60% hingga 70 % dari surat yang dihafal.


Selanjutnya , beliau menceritakan sejak Tabarak masih berada dalam kandungan, kedua orang tuanya telah memiliki cita-cita yang kuat bahwa anaknya kelak akan menjadi seorang hafizh.

Ibunya selalu membaca surat Ali imran ayat 35 seraya bernazar bahwa janin yang ada di perut ini akan diabdikan demi Alqur’an. Ketika itu Dr Rasya (ibunya) baru hafal al-baqaroh dan Ali imran atau dikenal dengan al-Zahwarain.

Setiap hari mereka mengambil kertas untuk mencatat apa yang harus dilakukan bersama Tabarak. Bagi mereka untuk berinteraksi dengan anak kecil harus dengan cara mendiktenya. Jadi setiap kali anak-anak mereka mendapatkan sesuatu yang baik maka kita memberinya hadiah sehingga dia akan berusaha untuk meraih yang lebih banyak.

Metode ini mengingatkan pada Ayah saya, beliau juga selalu memberi reward kepada saya dan adik saya jika berhasil menghafal Doa sholat dari takbiratul ikhram hingga doa setelah salam. Usia kami pada waktu itu masih 8-9 tahun. Dan terbukti sangat ampuh untuk memotivasi kami dalam menghafal.

Namun ada yang beda dengan cara pemberian hadiah oleh ibunya tabarak.

Beliau menyediakan satu kotak khusus yang berisi macam-macam hadiah. Seperti yang kita ketahui anak-anak usia mereka senang sekali dengan permainan bukan? Nah, adapun hadiahnya diantara lain adalah mobil-mobilan kecil, cokelat, pistol-pistolan, hewan mainan plastic, panah-panahan, dll.


Bagaimana cara ibunya memberikan? Caranya sangat tergantung dari apa yang mereka usahakan setiap hari. Kalau dia bisa menghafal bagus, maka ibunya akan mempersilahkan kepada ketiga anaknya untuk mengambil hadiah yang mereka sukai. Akan tetapi kalau hafalannya biasa saja, tetap akan diberikan hadiah namun mereka tidak berhak memilihnya.
Tabarak sudah mampu menghafal beberapa surat pebdek dari usia 2,5 tahun, tetapi mereka intens melakukannya ketika Tabarak berusia tiga tahun.

Oia, selain metode hafalan yang mereka terapkan, ternyata dari segi makanan pun diatur polanya ; ibunya memberikan Tabarak makanan bergizi berupa susu dan kurma. Ini juga merupakan salah satu point yang wajib ada disetiap rumah tahfidz tabarak yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dr kamil menekankan bahwa jika ada yang ingin membuka cabang rumah tahfidz tabarak di Daerahnya, tetapi menu yang disuguhkan oleh lembaga tidak menyediakan kurma dan susu, maka itu bukan bagian dari lembaga kami YIKTY (Yayasan Internasional Keluarga TABARAK dan YAZID).

Mereka Menghafal setelah shalat Shubuh, dan waktu mengulang setelah shalat Ashar. Yang memandu dan mentalqin mereka adalah ayahnya, Dr.Kamil el-Laboody. Lalu anak diperdengarkan melalui CD sebanyak 20 kali dari Qori-qari ternama.

Dan ketika anak-anak merasa bosan, ibunya selalu menyiasatinya dengan memberikan waktu bermain dan memberikan makanan, kemudian mereka meneruskan menghafal lagi.

Adapun penghalang terbesar dalam proses yang mengantarkan mereka menjadi seorang penghafal kitab Allah adalah bisikan syetan yang selalu membisikkan kata-kata 
“ Mereka masih kecil dan tidak akan bisa menghafal.”
 “Jangan dan tidak usah diteruskan kegiatan menghafal ini”. 

Bagaimana mereka mengatasinya? Mereka selalu meyakinkan bahwa mereka akan melengkapi hafalan anak-anak mereka hingga selesai dan berusaha sekuat hati untuk melawan bisikan itu.
Selanjutnya cara penguatan hafalan mereka seperti apa? Mereka mempraktikkan kepada anak-anak untuk membaca Al-qur’an bin nazhar (dengan melihat Alqur’an) setiap hari selama 3 bulan. Mengapa begitu? Karena mereka menginginkan tulisan-tulisan yang ada di mushaf tercetak dalam otaknya sehingga lebih memaksimalkan inderanya dalam mengingat apa yang Tabarak hafal ; baik itu dari telinga maupun penglihatan serta hafalan itu lebih melekat di otaknya.
Perpisahan bersama Teman-teman dari berbagai Daerah

Terakhir  saya ingin  merangkum beberapa hal-hal yang prinsipil dan pokok yang mengantarkan mereka ke gerbang hafizh , diantaranya :


  1. Doa dan Keikhlasan
  2. Perencanaan yang matang dari awal pernikahan
  3. Memberikan makanan bergizi dan istrahat yang cukup
  4. Aksi dan komitmen
  5. Dokumentasi dalam setiap acara keluarga
  6. Hadiah sebagai motivasi dalam menghafal
  7. Talqin dan tasmi’ Alqur’an sebanyak 20 kali
  8. Filsafat sarang burung
  9. Memilih waktu yang cocok dan menonaktifkan semua aktivitas ketika belajar (Bagi orang tua, biasanya kita mengajarkan pada anak sambil main hp, nonton ,baca majalah dll)
  10. Taqwa dan tawakkal.

Allah  memilih sekelompok dari kalangan orang-orang Mukmin dengan nikmat agung yang dikaruniakan kepada mereka , yaitu menjadikan mereka hafala Al-qur’an dan mengangkat derajat mereka serta melipatgandakan pahala mereka. Allah menyuruh segenap kaum untuk menghormati mereka dan melebihkan atas kelompok yang lain. Rasulullah menyebutkan, “ Sesunggguhnya Allah mengangkat (derajat) sebagian kaum dengan kitab ini (Alqur’an ) dan dengannya Allah  merendahkan yang lainnya. ( HR Muslim, Ibnu Majah, Ahmad)
teman-teman terbaik yang selalu menarik saya dalam kebaikan
wefie bareng teman-teman dari luar Daerah







19 komentar

Alhamdulillah, senangnya bisa ikut kegiatan tersebut, terima kasih sudah berbagi ilmunya mbak, semoga kita semua berkemampuan menjadikan minimal satu rumah satu hafidz aamiin

REPLY

Kalau metode belajar Al'quran untuk orang dewasa, bagusnya pakai metode apa ya Mba?

REPLY

Subhanallah
Kekuatannn doaaaaaa ya mbaa

REPLY

Masyaallah keren acaranya mba, pasti memotivasi sekali untuk bisa menghafal alQuran bersama anak2

REPLY

Mashaallah. Saya pun ingin bisa menghapal Al-qur'an. Malu rasanya lihat anak usia sangat muda yang sudah khatam. Tidak sekedar khatam, tapi bisa menghapalkannya.

REPLY

Masyaallah, Mbak. Senang ya bisa berkumpul dengan komunitas yang positif. Pengen juga rasanya punya buah hati seorang hafiz alquran. Bermanfaat banget sharingnya. Makasih, Mbak.

REPLY

MasyaAllah merinding saya bacanya mbak.... kadang bisikan syetan itu yang terngiang di kepala saya. Astaghfirullah.... Sharing yang sangat cetar.... Syukran mbak...

REPLY

Dari Balita sudah diajarin menghafal AlQuran...ya Allah, sungguh sesuatu yang istimewa. Semoga semakin banyak balita yang bisa jadi hafiz seperti Tabarak. Aamiin

REPLY

MasyaAllah. Sulung saya 2,5 tahun baru belajar ngomong.
Semoga semakin banyak hafidz yang akan menjaga kesucian Al quran hibgga akbir zaman. Aamiin.

REPLY

Alhamdulillah, dapat sedikit gambaran tentang metode Tabarak ini. Saya beberapa kali pernah melihat dan mendengar tentang metode ini.

REPLY

Ya Allah
Maa syaa Allah
Smoga nular ke anak saya bun

REPLY

Masya Allah mbaaa, senangnya dan merasa penuh berkah ikut kegiatan ini

REPLY

Masya Allah tabarakallah, selalu kagum dgn orang tua yg anak2nya bisa jadi seorang hafidz sejak kecil. Saya belum bisa seperti itu

REPLY

Masya Allah, infonya sangat bermanfaat. Mengingatkan saya nih yang hafalannya sering macet. Benar nih Mbak, kalo sejak kecil otak anak dioptimalkan menghafal Alquran, pasti hasilnya maksimal juga. Bismillah, sedang saya terapkan di rumah walaupun blm pernah mengikuti training seperti ini. Pernah sih, tapi level lokal saja.

REPLY

Aamiin aamiin.
Jazakillah khoir mbak

REPLY

Ada banyak metode dewasa mbak, salah satunya talaqi, ada juga yg mengulang2 sebanyaks60kali. cocok yg mana mbak. Kmrin saya di pondok menggunakan bbrpa metode tp hanya satu yg cocok...

REPLY
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Alhamdulillah mbak.. sangat memotivasi.

REPLY

Waw saya baru baca artikel ini dan sangat inspiratif pengalaman yang sangat berharga tentunya tak sia-sia sampai terbang ke Makassar ilmunya mantap banget. Semangat terus mbak.

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates