Rabu, 19 Desember 2018





Cerita tentang hantu sebagai makhluk halus menakutkan hampir selalu membuat anak-anak takut. Apakah itu sudah menjadi ajaran dari leluhur? atau hasil doktrin tayangan televisi yang minus gizi dan kualitas?

 Beruntunglah , si anak ini mendapatkan ajaran agama yang sangat kuat dari kakek dan kedua orang tuanya yang lebih spesifik menanamkan tauhid di masa perkembangannya.
Semuanya terlihat saat seorang guru mentor mereka meminta untuk menutup pintu. 

" Anak-anak, matahari sudah tenggelam. Semua anak-anak wajib masuk rumah ya! Nggak ada yang di luar. Ustadza mau ambil wudhu dulu, tolong pintunya ditutup ya? Jangan lupa baca basmallah" guru mentor mereka terlihat sibuk membereskan peralatan belajar mereka.

“jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup” (HR. Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).

Sepintas ada seorang anak berteriak dengan kencang "Bu guru, aku nggak berani tutup pintu. Takut hantu" 

"Jadi, kamu lebih takut hantu dari pada takut Allah? Hantu itu nggak ada. Yang ada itu syetan yang selalu menggodamu biar malas melakukan kebaikan" wajah polos Qeyrah membantah tegas.

Jawaban Qeyrah membuat guru mentornya terhenti ketika membereskan ruangan untuk sholat berjamaah. Ada haru menerbitkan syukur. Mutiara meneduhkan hati mengalir dari iman seorang anak yang berusia enam tahun.

Perkembangan pikir anak itu mulai berbuah ranum. Dasar akidah yang kokoh menjadi panduan anak menjalani harinya. Siapakah orang pertama yang membentuk pola pikirnya? Sungguh berbahagia memiliki anak-anak yang mulai paham tentang keesaan Allah.

***Bersambung

#Tulisan ini adalah konsep dari buku yang ingin saya garap tahun 2019 (mohon doanya ya)
#CeritaTentangQeyrah
#TrueStory
#BuGuruMutiah











               

14 komentar

Keren Bun, ditunggu lanjutannya.

REPLY

Masyaallah, boleh ditiru nih jawabannya Qeyrah.

REPLY

Keren, Mbak. Semoga tercapai mimpinya. Memang orang tualah yang membangun pemikiran dan akhlak anak, terutama ibu.

REPLY

Semoga lekas kelar ya mbak.... Menarik banget ini...

REPLY

Wah betul bund, saya gak kenalin kata "hantu" ke anak, sy lebih sering bilang "jin" atau syaitan, kita manusia kedudukannya lebih tinggi dari mereka, jadi gak boleh takut

REPLY

masyaAllah, bagus ide ceritanya mba.. semoga 2019 bukunya bisa terbit ya :)

REPLY

Anakku juga kalau ke tempat gelap trys tolahtoleh kubilang gpp jgn takut takut tuh cm sm Allah yg penting hati2

REPLY

Alhamdulillah, PR menanamkan tauhid sehingga berbuah keberanian anak sudah berhasil saya terapkan untuk si sulung. Memang butuh proses dan ada 'gangguan lingkungan' juga, sih.
Otw melakukan yg sama untuk si adek :)

Btw, semoga proyek bukunya dimudahkan Allah ya, Mbak. Aamiin

REPLY

Qeyrah keren euy...
Anak saya yg sulung takut gelap, padahal nggak oernah diajarin ttg hantu.
Ditunggu lanjutannyya mbak, biar nisa dipetik pelajarannay..

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates