Senin, 04 Februari 2019




unsplash.com
Pada suatu lingkaran kecil, lingkaran peradaban saya menyebutnya. Ada seseorang bertanya perihal tentang doanya yang belum dikabulkan,sedangkan ada yang hanya biasa saja amalan ibadahnya tapi doanya kok dikabulkan?

Murobbiyah kami menjawab, bisa saja ada amalan  sehari-harinya yang jauh lebih unggul dari kita, tanpa ia perlihatkan kepada orang lain, dan kita pun tak mengetahuinya kondisi keimanannanya. Siapa yang bisa mendeteksi coba?  Sehingga membuat ia jauh lebih khusyu dan ikhlas dalam berdoa. Sedangkan kita?  mungkin saja ada amalan dan niat kita yang masih cacat dan belum bisa menembus terkabulnya doa kita.
Mendengar jawaban murobbiyah, pikiran  saya teringat kisah Ali.r.a saat berkhutbah di hadapan kaum Muslimin.

Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang yang di tengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mukminin, mengapa doa kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Alquran ‘Ud’uni astajiblakum (berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu?

Sayyidina Ali menjawab, “ Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal :

11.     Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada manfaatnya keimanan itu.

22.    Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syariatnya.


33.  Engkau membaca Alqur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak engkau amalkan.

44.  Engkau berkata, ‘Sami’na  wa atho’na (kami dengar dan kami patuh), tetapi engkau tentang ayat-ayat-Nya

55.  Engkau menginginkan surga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari surga. Maka, mana bukti kenginanmu itu?

66.  Setiap saat engkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi engkau tetap tidak bersyukur kepada-Nya

77.  Allah memerintahkanmu agar memusuhi setan seraya berkata , ‘ Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi (mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (Q.s Fathir : 6) Tetapi  engkau musuhi setan dan bersahabat dengannya.

88. Engkau jadikan cacat atau kejelekan orang lain di depan mata, tetapi engkau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada ia.”

 Pertanyaan seseorang ini menjadi refleksi diri buat saya.

Saat  kita kecewa kepada kehidupan, bahkan kecewa kepada Allah. Mungkin pikiran kita mulai tervirus bahwa ternyata doa tak akan menyelesaikan masalah, dan terbitlah rasa prasangka buruk pada Allah. Dalam keadaan seperti ini, harusnya kita bisa belajar kepada kisah  Nabi Zakariyya dan Nabi Musa.

Bukankah Zakariyya a.s adalah seorang nabi yang terpelihara dari dosa?
Puluhan tahun doanya tidak dipenuhi. Berhentikah ia berdoa? Kecewakah ia pada Tuhan?

Betapa besarnya rahmat  Allah kepada zakariyya. Ketika Zakariyya berdoa kepada Tuhannya dengan suara lembut “ Tuhanku, sungguh sudah rapuh tulangku, sudah berkilauan kepalaku dengan uban, tetapi aku belum pernah kecewa untuk berdoa kepada-Mu, ya Tuhan-Ku (Q.s Maryam : 2-9)

Bagaimana dengan Musa? Musa kekasih Allah yang telah berjuang dan berdoa untuk kejatuhan Fir’aun. Ada rentang waktu empat puluh tahun antara permulaan doa Musa a.s dengan tenggelamnya Fir’aun.

19 komentar

Masyaallah, pesannya sungguh menyentuh. jadi tamparan keras bagi saya yang selalu memaksa saat berdoa, sedangkan saya tidak membuat diri ini layak untuk menerima pengabulan dariNya.
Astaghfirullah T-T

REPLY

Intinya harus introspeksi ya mb... Knp Allah belum mengabulkan doa kita. Dan wajib berhusnudzon kpd Allah... Tfs mb. ..smg Allah menjadikan kita hamba2-Nya yang patuh dan beruntung.. Aamiin...

REPLY

Memang terkadang kita menyalahkan Allah atas doa yang tidak dikabulkan tanpa kita instrospeksi diri, apakah memang kita sudah beribadah maksimal sehingga Allah dapat mendengar doa kita

REPLY

Postingan ini jadi renungan tersendiri mbak.. Betapa Allah begitu baik dan Maha Segalanya.. Hanya saja saya sebagai HambaNya masih banyak salah dan khilaf. Semoga kita bisa menjadi orang yg lbh baik lagi dan selalu bersyukur Aamiin

REPLY

Terima kasih sudah mengingatkan. Terkadang, kita memang ingin doa-doa cepat dikabulkan padahal kita belum pantas untuk itu. Masih banyak dosa yang dilakukan serta masih banyak ibadah yang tidak dikerjakan.

REPLY

Maasya Allah artikelnya bergizi banget mba...buat bahan muhasabah nih

REPLY

Good article mbak. Makasih ya tulisannya. Bisa untuk pengingat dan mengoreksi diri.

REPLY

subhanallah.. jazakillah khoir mbak sudah diingatkan

REPLY

Astaghfirullah... sungguh nasihat yang luar biasa, saatnya mengoreksi diri.
Terima kasih sudah menuliskan ini Mbak, jadi pengingat buat saya.

REPLY

Kalau saya menyebutnya Lingkaran Shalihah :') jazakillaah khayr sharingnya ukhtii, jadi reminder buat diri saya pribadi , jangan sampai su'udzhon pada Allaah krn bisa jadi doa itu ditolak/tertolah karena kekhilafan saya sendiri :"(

REPLY

Alhamdulillah.tks sharingnya Mbak. Mengingatkan diri saya kembali.

REPLY

Masya Allah, terima kasih sudah diingatkan tentang penghalang terijabahnya doa. Sungguh kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah, ya :)

REPLY

terima kasih sharingnya, Mbak ... menjadi pengingat diri agar lebih sering instropeksi diri ....

REPLY

Subhanallah, Allah tahu mana yang terbaik untuk hambanya.

REPLY

Noted untuk saya pribadi untuk lebih banyak koreksi diri. Allah Maha segala pasti saat ada sesuatu yang kita pinta belum terkabul, ada srsuatu yg hrs kita lakukan. Mungkin lbh mendekatkan diri dan memohinnya. Thx mb untuk sharingnya.

REPLY

Kalau Nabi aja masih berdoa terus, apalagi kita yang hanya manusia biasa... :( Semoga tak pernah putus harapan dan selalu berperasangka baik pada Allah...

REPLY

makasih mbak sharingnya, tulisannya menjadi cambuk bagiku untuk selalu berprasangka baik pada Allah SWT dan berusaha menjadi orang yang bertakwa..aamiin

REPLY

Sewaktu saya mendengarkan ceramah, ustadz mengatakan bahwa dosa-osa kita lah yang menghambat datangnya rahmat dari Allah SWT. Bisa diibaratkan sebuah gelas akan diisi oleh air. Apabila gelas itu ditutup maka air tidak akan bisa masuk. Tutup gelas itulah yang diibaratkan seperti dosa-dosa kita. Semakin tebal maka rahmat Allah SWT tidak akan bisa sampai pada diri kita.

Semoga kita semua diampuni

REPLY

Masya Allah, jadi reminder banget mba. Ini kondisi pas banget sama keadaan aku sekarang, jadi bacanya very relate. Makasi yaa

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates