Minggu, 24 Januari 2021



Judul Buku : Program Tahfiz Rumahan

Penerbit : Dandelion Publisher

Penulis : Ummu Daffa

Isbn : 9786236939130

Halaman : 76 halaman

Tahun : 2020


Membaca buku Program Tahfiz Rumahan seperti sedang melingkar di sebuah majelis ilmu, meluruskan pemahaman yang bengkok agar saya harus belajar lagi.

Bagaimana tidak? Setiap butiran katanya melahirkan semangat agar bersungguh-sungguh dalam berdoa. Setiap lembar paragraf mengajak saya untuk selalu intropeksi niat dan keteladanan.

Apakah niat saya mendidik anak sudah benar? Atau ada debu yang menutupi amal? Sudah maksimalkah keteladan yang kami berikan untuk anak kami? Ternyata Semuanya Berawal Dari Rumah. Kenapa? Karena Rumah adalah tempat pertama mencetak genarasi terbaik. Tempat untuk menyusun strategi , tempat menumbuhkan cinta yang fitrah pada keluarga, tempat lahirnya sebuah peradaban untuk bangsa yang besar. Jika dari rumah kita sudah minus ilmu dan akhlak, cacat keteladanan maka amal jariyah apa yang akan kita wariskan pada anak cucu kita? Bukankah selain ilmu yang bermanfaat, doa anak sholeh yang paling kita harapkan? Segera saya rapat keluarga, membulatkan tekad bahwa kita akan bersungguh-sungguh memulai dari rumah, bekerjasama dan menyatukan tujuan, atur strategi, dan paling utama mengencangkan kekuatan doa, dan bersiap sabar dalam proses, tak boleh tergesa-gesa, bertawakal apapun hasilnya yang penting kita sekeluarga mau berjuang untuk membumikan Alquran dari dalam rumah, mulai dari hal yang kecil, mulai dari hal yang ringan. Ummah, Abah dan Abizar akan berproses bersama-sama. Bismillah. **** Saya sangat terkesima dengan nasihat Penulis yang bernama Ummu Daffa ketika menyemangati para orang tua yang ingin mempunyai anak hafiz Qur’an sementara orang tuanya sendiri tidak menghafal. “Benar sepatutnya orang tua dulu yang menghafal . Benar seharusnya orang tua dulu yang belajar. Benar sebaiknya orang tua dulu yang memberi teladan.

Tapi ... Janganlah hal tersebut mematahkan semangatmu Ayah Bunda, untuk tetap mengajari anak menghafal Alquran sesuai kadar kemampuanmu. Bukankah kita tak pernah tahu, seberapa besar perjuangan dan pengorbanan seorang dalam menghantarkan anak-anaknya untuk menghafal Alquran? Karena itu, Ayah bunda yang sedang berjuang, jangan berhenti, jangan menyerah, jangan merasa rendah karena diri sendiri belum mampu menghafal Alquran. Namun, jadikan ini sebagai nasihat diri untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Siapapun mempunyai kesempatan yang sama untuk memiliki anak sholeh/ sholehah yang hafiz Quran. Bukankah disaat Ayah Bunda membersamai anak menghafal, secara tidak langsung jadi sering berinteraksi dengan Al-quran. Semakin dekat dengan Alquran? Semakin ingin mendalami Alquran? Dan akhirnya termotivasi untuk menghafal Alqur’an.” ( Halaman 12-13). Maasyaa Allah, semangat ini yang menggerakan saya untuk go extra mile sambil mengulang-ngulang hafalan saya di pondok agar terekam lagi oleh anak saya. Saya membacakan one day one ayat setiap hari, di setiap pelukan saat dalam kondisi relax dan istrahat, di setiap sentuhan saat mata kita saling bertatapan ketika menyusui, di setiap memasuki gelombang Alpha (8 - 12Hz) . Kita saling meneguk air dingin untuk membasahi kerongkongan, karena kita sedang berproses bersama-sama. Semoga Allah selalu membuka jalan dan petunjuk untuk kita para orang tua agar bisa mendapat referensi yang tepat untuk mendidik Alquran pada buah hati kita. *** Satu hal yang menggerakan hati saya untuk membeli buku ini adalah karena Penulis tak hanya sekedar mengajak untuk meraih Mahkota surga tapi memberikan tips dan langkah – langkah membuat Program Tahfiz Rumahan, salah satunya membuat SOP ( Standar Operating Procedure). Layaknya sebuah organisasi yang memiliki SOP maka di rumah pun sebaiknya kita memiliknya agar lebih terarah dan teratur. Sehingga mudah untuk mencapai setiap visi dan misi dalam keluarga. (Halaman 31)

Alhamdulillah saya merasa terbantu untuk membuat jadwal harian yang dibuat sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Saya memulai dengan hal-hal yang ringan dulu dan mudah dicapai oleh anak, suami dan saya sendiri. Anak saya baru menuju usia satu tahun tiga bulan, jadi yang lebih banyak aktif adalah saya dan suami. Mulai dari keteladanan yang istiqomah, memperdengarkan ayat dari suara kita sendiri, memutar murotal saat melalui speaker aktif. Semua butuh proses, anak akan suka dengan Alquran karena sering melihat, anak akan suka dengan Alquran karena sering mendengar.

Kita sebagai orang tua yang akan membuat kebiasaan di rumah untuk mendukung program tahfiz. Ini sangat penting bagi saya, usia setahun adalah masa golden age anak, sangat mudah untuk diarahkan, dituntun dan diajak. Mudah menerima nasihat dan masukan kita.

Kesempatan ini adalah peluang untuk menginstal yang baik-baik, agar menjadi kebiasaan yang baik pula.

Karena kita telah memutuskan untuk menjadikan anak-anak seorang Hafiz Quran, konsekuensinya kita perlu meluangkan banyak waktu untuk mendampingi anak, bukan di sisa waktu.

''Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.''

****

Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja, isinya aplikatif, mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana. Setiap kata memiliki ruh positif  yang membangkitkan semangat untuk berjuang membumikan Alquran.

Di setiap topik juga s diselipkan kata-kata motivasi yang membuat kita terdiam lebih lama untuk muhasabah diri. Penulis juga membagikan pengalaman pribadinya di rumah seperti langkah-langkah sederhana membuat program tahfiz rumahan.

Saya suka membaca kutipannya di halaman 69, "Jika benar niat ini, waktu yang akan kita alokasikan untuk Alqur'an sama sekali tidak membuat kita kekurangan waktu. Justru semakin membuat semuanya menjadi teratur dan terpola dengan baik."

Maasyaa Allah, selamat berjuang Ummah, Abah, dan anakku Abizar Abdullah Lihawa ... Hanya anak sholeh yang dapat menolong Ummah dan Abah saat tak ada lagi amalan yang bisa kami harapkan.



14 komentar

waaw bagus banget ya bukunya, jadi pengen beli bukunya cocok buat aku juga biar besok kl udah punya anak bisa mengantarkan anak2 buat jadi tahfidz :D
sepakat juga sama kutipan di halaman 69nya mbak

REPLY

Wah bisa untuk rekomendasi ini.
Yang lagi program hafalan kayaknya bagus agar lebih fokus dan cepat dalam menghafal.

REPLY

Rekomended sekali bun buku ini
Memang kita pun sebagai ortu harus ikut serta kontribusi pada apa yang kita inginkan terhadap anak kita

Jangan dibuat beban
Lakukan ja semmapu kita

Ingat nasihat Syeh Ali Jaber juga setidaknya hafalkan sehari 1 ayat.

Mksh Mba

REPLY

Masyaallah, saya jadi termotivasi dengan tulisan mbak deh. Btw, buku ini bisa didapatkan di mana? Pingin beli.

REPLY

wah, buku yang bagus. orangtua harus ikut berperan serta untuk anak. tidak hanya sekedar menyuruh saja.

REPLY

Bagus kayanya buat ortu kaya saya yang butuh panduan untuk arahkan anak lekat dengan Al Qur'an

REPLY

Hafalan Al-Qur'an ini PR buat saya yang belum hafal juz 30. Kalah sama anak yang sudah mulai naik ke juz 29. Terima kasih pengingatnya, Mbak. Semoga saya sebagai orang tua bisa istikamah mengajar anak dan diri sendiri menghafal Qur'an.

REPLY

Bukunya ini nggak hanya untuk yang sudah menjadi orangtua aja ya, calon orangtua pun bagus agar punya bekalnya

REPLY

"Karena kita telah memutuskan untuk menjadikan anak-anak seorang Hafiz Quran, konsekuensinya kita perlu meluangkan banyak waktu untuk mendampingi anak, bukan di sisa waktu".

Suka banget dengan kalimat di atas Mbak. Jadi reminder juga buat saya pribadi sebagai orang tua. Saya yang harus meluangkan waktu bukan menyisakan waktu untuk mereka.

REPLY

Bukunya kasih motivasi untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Saat punya niat untuk itu, kita memang perlu lebih fokus dan menguatkan diri supaya bisa menjalankannya dengan baik. Semangat buat semua ya.

REPLY

Masya allah bukunya luar biasa bagus sepertinya mba. Menuntun kita untuk mendekatkan diri ke Al-Quran. Jadi penasaran mau baca juga nanti. Otw cari dulu

REPLY

Semoga menjadi Inspirasi dan Semangat dalam membangun cita-cita Keluarga yang bisa mencetak Generasi berakhlak. Aamiin

REPLY

MasyaAllaah..semoga Allah bukakan pintu hidayah kepada kita semua agar semakin mencintai Qur'an ya mba, saya juga ketika masih mengajar di SD dulu diamanahi menambahkan hafalan satu ayat tiap hari dan efeknya saya juga jadi rajin hafalan

REPLY

Masya Allah, merinding aku mbaa. Karena mendidik anak untuk dekat dengan Allah dan selalu berinteraksi dengan al quran butuh effort yg cukup besar. Niatnya pun mesti total dan konsisten. Pas banget nih buat jadi bacaan yg memotivasi para ortu, khususnya akuuuuh

REPLY

Buku Muti'ah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates